Class 150 dan Class 300 Valve: Apa Bedanya?

Class 150 dan Class 300 valve berbeda terutama pada pressure-temperature rating, dimensi sambungan flange, ketebalan konstruksi, serta kondisi operasi yang dapat ditangani. Class 300 dirancang untuk tingkat tekanan yang lebih tinggi dibanding Class 150 pada material dan temperatur yang sama. Namun, angka 150 dan 300 bukan berarti valve tersebut hanya mampu menahan tekanan 150 psi atau 300 psi.

Penentuan pressure class pada valve mengacu pada standar seperti ASME B16.34. Standar tersebut mencakup pressure temperature ratings, material, dimensi, toleransi, pengujian, serta marking untuk berbagai jenis valve. ASME mengenal beberapa pressure class, termasuk Class 150, 300, 600, 900, 1500, 2500, dan lainnya.

Pemahaman mengenai pressure class penting ketika memilih valve industri karena valve harus sesuai dengan tekanan, temperatur, material, jenis fluida, dan spesifikasi sistem perpipaan yang digunakan.

Apa Itu Class pada Valve?

Class pada valve merupakan rating designation yang digunakan untuk mengelompokkan kemampuan pressure-temperature suatu valve berdasarkan standar tertentu. Dalam sistem ASME, Class 150, Class 300, Class 600 dan seterusnya bukan merupakan angka tekanan kerja langsung dalam psi.

Besarnya tekanan yang dapat ditangani valve pada suatu class dipengaruhi oleh material body dan temperatur operasi. Karena itu, dua valve dengan Class 300 tetapi menggunakan material berbeda belum tentu mempunyai allowable working pressure yang persis sama pada temperatur tertentu.

Apakah Class 150 Berarti Maksimal 150 PSI?

Tidak. Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang cukup umum ketika membaca spesifikasi valve. Class 150 merupakan nama kelompok rating, bukan batas tekanan sebesar 150 psi. Sebagai contoh, data teknis untuk KTM Series EB7 menunjukkan bahwa valve carbon steel ASME Class 150 dapat mempunyai rating sekitar 19 bar pada 38°C, sedangkan versi Class 300 pada material carbon steel yang sama mencapai sekitar 51,7 bar pada temperatur tersebut. Nilai aktual tetap harus mengikuti material, desain valve, temperatur, dan tabel rating yang berlaku.

Perbedaan Class 150 dan Class 300 Valve

Perbedaan keduanya dapat dilihat pada tabel berikut.

Aspek Class 150 Valve Class 300 Valve
Pressure class Lebih rendah Lebih tinggi
Kemampuan tekanan Relatif lebih rendah Relatif lebih tinggi
Ketebalan konstruksi Umumnya lebih ringan Umumnya lebih tebal
Flange Mengikuti dimensi Class 150 Mengikuti dimensi Class 300
Bolt dan bolt circle Sesuai standar Class 150 Dapat berbeda dari Class 150
Berat Relatif lebih ringan Cenderung lebih berat
Biaya Umumnya lebih ekonomis Umumnya lebih tinggi
Aplikasi Tekanan rendah hingga menengah sesuai rating Tekanan lebih tinggi sesuai rating
Interchangeability Tidak otomatis kompatibel dengan Class 300 Tidak otomatis kompatibel dengan Class 150

Perlu ditekankan bahwa kemampuan tekanan sebenarnya harus dilihat melalui pressure temperature rating sesuai material dan standar valve, bukan hanya membandingkan angka Class 150 dengan Class 300. ASME B16.34 memang menetapkan pressure class bersama dengan pressure-temperature ratings untuk material valve yang tercakup dalam standar tersebut.

1. Perbedaan Kemampuan Tekanan

Class 300 secara umum mempunyai allowable working pressure lebih tinggi dibanding Class 150 pada kombinasi material dan temperatur yang sama.

Sebagai gambaran produk nyata, valve KTM EB7 carbon steel memiliki rating maksimum sekitar 19 bar pada 38°C untuk Class 150 dan sekitar 51,7 bar pada 38°C untuk Class 300. Contoh ini menunjukkan mengapa angka class tidak boleh langsung diterjemahkan menjadi psi.

2. Perbedaan Pressure Temperature Rating

Kemampuan valve menahan tekanan tidak berdiri sendiri. Semakin tinggi temperatur, allowable pressure suatu material pada umumnya dapat berubah atau menurun berdasarkan tabel pressure-temperature rating yang digunakan.

ASME B16.34 mengatur pressure temperature ratings untuk valve, sedangkan ASME B16.5 mengatur pressure-temperature ratings, material, dimensi, toleransi, marking dan testing untuk pipe flange serta flanged fittings NPS 1/2 sampai NPS 24.

3. Perbedaan Dimensi Flange

Jika valve menggunakan flanged connection, Class 150 dan Class 300 tidak hanya berbeda dalam kapasitas tekanan. Dimensi flangenya juga dapat berbeda, termasuk ketebalan flange, diameter luar, bolt circle, jumlah bolt atau ukuran bolt tergantung nominal pipe size.

Karena itu, mengganti Class 150 valve dengan Class 300 tidak boleh dilakukan hanya karena ukuran nominal pipanya sama. Compatibility flange harus diperiksa berdasarkan standard dimensional yang digunakan. ASME B16.5 menyediakan persyaratan dimensi untuk flange berdasarkan pressure class dan nominal size.

4. Perbedaan Ketebalan dan Berat

Valve Class 300 biasanya membutuhkan konstruksi yang lebih sesuai untuk pressure rating yang lebih tinggi. Pada banyak desain, hal ini dapat menghasilkan body, flange, dan bagian tertentu yang lebih berat dibanding valve Class 150 dengan ukuran serta tipe yang sama.

Namun, ketebalan aktual tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan class. Desain manufacturer, jenis valve, material, manufacturing method dan standar yang diterapkan juga memengaruhi konstruksinya.

5. Perbedaan Harga

Karena kebutuhan material dan konstruksi dapat lebih besar, Class 300 valve umumnya memiliki harga lebih tinggi dibanding Class 150 dengan tipe, ukuran, material dan produsen yang sebanding.

Meski demikian, memilih valve hanya berdasarkan harga bukan pendekatan yang tepat. Pressure class harus mengikuti design condition sistem. Menggunakan valve dengan rating yang tidak memenuhi spesifikasi dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan keandalan instalasi.

Baca juga Valve WCB vs Stainless Steel: Apa Bedanya? dan Metal Seat vs Soft Seat Valve

Bagaimana Pengaruh Material terhadap Pressure Class?

Material merupakan faktor penting dalam menentukan pressure-temperature rating. Valve dapat dibuat menggunakan carbon steel, stainless steel, alloy steel, duplex, super duplex maupun material lain tergantung kebutuhan aplikasi.

ASME B16.34 mencakup pressure-temperature ratings untuk berbagai material valve. Data rating tersebut menunjukkan bahwa working pressure pada class yang sama dapat berubah berdasarkan material dan temperatur.

Pada halaman valve industri, tersedia produk valve untuk berbagai kebutuhan industri sebagai bagian dari rangkaian material perpipaan perusahaan.

Contoh Membaca Class Valve

Misalnya sebuah proyek membutuhkan ball valve dengan spesifikasi:

  • Ball Valve
  • NPS 4
  • Carbon Steel
  • ASME Class 300
  • Flanged RF
  • Design temperature tertentu
  • Fluida hydrocarbon

Dalam kondisi tersebut, engineer tidak cukup hanya memastikan tulisan Class 300 pada valve. Material body, seat, trim, pressure temperature rating, end connection, standard design, testing hingga kebutuhan fire safe atau fugitive emission juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan spesifikasi.

Produk komersial memang tersedia dalam beberapa pressure class. Sebagai contoh, beberapa ball valve Emerson tersedia dalam ASME Class 150 dan 300 dengan koneksi flange berdasarkan ASME B16.5, sedangkan model lainnya tersedia hingga Class 600 atau lebih tinggi.

Apakah Class 300 Selalu Lebih Baik daripada Class 150?

Tidak selalu. Class 300 memang mempunyai pressure rating lebih tinggi, tetapi bukan berarti harus selalu dipilih. Jika design pressure dan design temperature sistem sudah dapat ditangani secara aman oleh Class 150 berdasarkan spesifikasi engineering, menggunakan Class 300 belum tentu diperlukan. Selain berpotensi meningkatkan biaya, Class 300 dapat memiliki dimensi, berat, flange dan kebutuhan bolting yang berbeda. Tujuan pemilihan pressure class bukan mencari class setinggi mungkin, melainkan memilih rating yang sesuai dengan kondisi desain sistem dan standar proyek.

Apakah Class 150 dan Class 300 Bisa Dipasang Bersamaan?

Dalam satu fasilitas industri, sangat mungkin terdapat sistem Class 150 dan Class 300 pada jalur yang berbeda. Namun, menghubungkan komponen dengan pressure class berbeda harus mengikuti piping specification dan engineering design proyek.

Flange Class 150 dan Class 300 tidak boleh diasumsikan mempunyai dimensi sambungan yang sama hanya karena memiliki nominal pipe size yang sama. Dimensi flange dan bolting harus diperiksa sesuai standar seperti ASME B16.5.

Jenis Valve Apa Saja yang Menggunakan Class 150 dan Class 300?

Pressure class dapat ditemukan pada berbagai jenis valve, antara lain:

  • Gate valve
  • Globe valve
  • Ball valve
  • Check valve
  • Butterfly valve tertentu
  • Plug valve
  • Control valve
  • Safety dan pressure relief valve sesuai desain

Supplier valve Indonesia PT Sentosa Satya Arkana mencakup berbagai jenis valve seperti gate valve, globe valve, ball valve, butterfly valve, dan check valve untuk kebutuhan proyek maupun operasional industri.

Class 150 dan Class 300 pada Ball Valve

Ball valve merupakan salah satu jenis valve yang umum tersedia dalam beberapa pressure rating. Pressure class menjadi salah satu parameter yang harus diperiksa bersama ukuran, bore type, material, seat dan end connection. Beberapa seri ball valve dengan pressure rating ASME Class 150 dan Class 300. Ini menunjukkan bahwa tipe valve yang sama dapat mempunyai beberapa konfigurasi class untuk menyesuaikan kebutuhan sistem yang berbeda.

Class 150 dan Class 300 pada Gate Valve

Gate valve juga tersedia dalam berbagai pressure class tergantung desain serta produsennya. Untuk kebutuhan isolation pada sistem dengan tekanan berbeda, pressure class harus disesuaikan dengan piping specification. Selain class, pemilihan gate valve perlu mempertimbangkan material body, trim, stem, seat, jenis bonnet, end connection dan operating temperature.

Class 150 dan Class 300 pada Check Valve

Check valve berfungsi mencegah aliran balik dan dapat tersedia dalam beberapa pressure class. Pemilihan class perlu mengikuti kondisi sistem tempat valve tersebut dipasang. Check valve industri tersedia dalam ASME Class 150, 300 dan 600. Hal ini kembali menunjukkan bahwa pressure class merupakan bagian dari spesifikasi engineering, bukan nama jenis valve tertentu.

Apa Hubungan Class Valve dengan ANSI dan ASME?

Di lapangan, istilah ANSI Class 150 atau ANSI 300 masih sering digunakan. Namun, untuk spesifikasi modern, referensi pressure-temperature dan dimensional biasanya mengacu pada standar ASME yang sesuai, seperti ASME B16.34 untuk valve dan ASME B16.5 untuk flange serta flanged fittings. ASME B16.34 mencakup valve flanged, threaded dan welding end serta mengatur pressure-temperature ratings, material, dimensi, toleransi, testing dan marking.

Bagaimana Cara Memilih Class Valve yang Tepat?

Pemilihan Class 150 atau Class 300 harus dimulai dari data engineering sistem, bukan sekadar menyesuaikan dengan valve yang tersedia di pasaran. Beberapa parameter yang perlu diperiksa meliputi:

  • Design pressure
  • Operating pressure
  • Design temperature
  • Operating temperature
  • Jenis fluida
  • Material valve
  • Nominal pipe size
  • Jenis end connection
  • Piping class atau piping specification
  • Corrosion allowance apabila relevan
  • Standar desain valve
  • Pressure-temperature rating
  • Persyaratan testing
  • Spesifikasi proyek

Setelah data tersebut diketahui, pressure class dapat ditentukan berdasarkan kode dan standar yang digunakan pada sistem.

Salah satu kesalahan dalam memilih valve adalah hanya membandingkan pressure rating dengan tekanan operasi normal.

Sistem harus mempertimbangkan design pressure dan design temperature, termasuk kondisi proses yang mungkin terjadi pada saat start-up, shutdown, upset condition atau kondisi lain yang telah diperhitungkan oleh engineer.

Class 150 vs Class 300, Mana yang Harus Dipilih?

Pilih Class 150 apabila pressure temperature rating Class 150 sesuai dengan design condition, material dan piping specification sistem. Pilih Class 300 apabila kondisi desain membutuhkan pressure rating yang lebih tinggi dan piping specification menetapkan Class 300. Keputusan akhir tetap harus mengikuti engineering calculation, datasheet, piping material specification dan standar yang berlaku.

Supplier Valve Class 150 dan Class 300 untuk Industri

Pemilihan valve untuk proyek industri perlu memperhatikan lebih dari sekadar jenis valve. Pressure class, material, ukuran, end connection, temperatur kerja dan standar produk harus sesuai dengan kebutuhan sistem.

PT Sentosa Satya Arkana merupakan pemasok produk industri yang menyediakan pipes, flanges, fittings, valves dan hardware untuk berbagai kebutuhan proyek. Situs perusahaan juga menyediakan kategori khusus valve industri serta berbagai pilihan produk perpipaan lainnya.

Untuk kebutuhan gate valve, globe valve, ball valve, butterfly valve, check valve maupun jenis valve lainnya, Anda dapat melihat halaman produk PT Sentosa Satya Arkana dan menyesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan proyek.

Hubungi WhatsApp kami untuk konsultasi: +62-819-9721-0808

FAQ tentang Class 150 dan Class 300 Valve

1. Apa arti Class 150 pada valve?

Class 150 merupakan designation pressure class berdasarkan standar seperti ASME B16.34. Angka 150 bukan berarti tekanan maksimum valve hanya 150 psi. Allowable working pressure ditentukan berdasarkan material dan temperatur operasi.

2. Apakah Class 300 lebih kuat dari Class 150?

Dalam kombinasi material dan temperatur yang sama, Class 300 secara umum memiliki pressure rating lebih tinggi dibanding Class 150. Namun, kemampuan aktual tetap harus diperiksa pada pressure-temperature rating produk atau standar yang digunakan.

3. Apakah flange Class 150 bisa dipasang ke Class 300?

Tidak boleh langsung diasumsikan kompatibel. Dimensi flange, bolt circle, ukuran bolt dan parameter lainnya dapat berbeda. Compatibility harus diperiksa berdasarkan nominal size dan standar seperti ASME B16.5.

4. Apakah angka Class sama dengan PSI?

Tidak. Class merupakan designation untuk kelompok pressure-temperature rating. Karena itu, Class 150 tidak sama dengan 150 psi dan Class 300 tidak sama dengan 300 psi.

5. Mana yang lebih baik, Class 150 atau Class 300?

Tidak ada yang secara mutlak lebih baik. Valve yang tepat adalah valve dengan pressure class, material dan spesifikasi yang memenuhi design pressure, design temperature serta piping specification sistem.

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

PT. SENTOSA SATYA ARKANA

PT Sentosa Satya Arkana didirikan dengan tujuan menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi untuk berbagai segmen industri baja.

Kontak :